Pelajar Kota Malang Juara Ludruk Remaja

MALANG. Paguyuban Seni Pelajar Kota Malang, dari Kota Malang, berhasil merebut gelar sebagai Grup Penyaji Terbaik dalam Festival Ludruk Remaja yang digelar dalam rangkaian Budaya Adhikara II di Taman Krida Budaya Malang. Dengan lakon: eMBeR, kelompok yang sama juga meraih Penyaji Humor Terbaik dan Penyaji Kidungan Jula-juli Terbaik.

Dalam dalam penutupan Budaya Adhikara, Jumat malam (23/5), juga dibacakan pengumuman pemenang beberapa festival lainnya, sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Wayang Orang Anak Tutup Budaya Adhikara

Sebuah pertunjukan Wayang Orang yang semua pemainnya anak-anak, menjadi pamungkas dalam gelar Budaya Adhikara II di Taman Krida Budaya (TKB) Malang, Jum’at (23/5) malam. Bukan hanya pemainnya, namun semua pengrawit yang mengiringinya juga terdiri dari anak-anak.

Meski anak-anak, namun kemampuan mereka tak boleh diremehkan. Terbukti, kelompok ini tahun lalu menyisihkan peserta dari berbagai daerah dalam Festival Seni Pertunjukan, sehingga tercatat sebagai salah satu dari lima penyaji unggulan (5 besar). Bahkan, dalam rangkaian gelar Budaya Adhikara I di tempat yang sama, kelompok ini juga menyabet gelar sutradara terbaik. Baca lebih lanjut

Daftar Peserta Festival Ludruk Remaja

Meski terdaftar 17 peserta, ternyata yang mendaftar ulang Festival Ludruk Remaja hanya 11 daerah. Berikut ini adalah nama-nama peserta tersebut.

  1. Kota Probolinggo. “Macan Berbisik”. Perihal kejahatan yang pasti akan dikalahkan oleh kebenaran. Sanggar Panji Laras. Sutradara: M. Khotib, S.Pd. Penata Gending: Agung Jaka Nugraha. Penata Artistik: Muji Rahayu, S.Pd.

  2. Kab. Sidoarjo. “Joko Deleg Candi Pari”. Asal usul desa Pesiringan dan Candi Pari di Porong. Sutradara: Fathur Rochman. Penata Gending: Hendro P. Penata Artistik: Irchamudin.

  3. Kab. Lamongan. “Dukun Palsu” Perihal remaja yang suka pergi ke dukun, sampai akhirnya ketahuan bahwa si dukun adalah ayah temannya sendiri. Sanggar: Langen Wiyata. Sutradara: Drs. Kusno. Penata Gending: Sugeng. Penata Artistik: Dra. Titik Luhur Hariati. Baca lebih lanjut

Daftar Peserta Festival Lagu Daerah

  1. (tidak tercatat)

  2. Kota Blitar. “Ojo Kuwatir”. Pencipta Lagu: Bambang Sumitro. Penulis naskah: Gatot Tri Leksono. Penata Musik: Bambang Sumitro.

  3. Kota Malang. “Malang Kembali”. Pencipta lagu: Djoni S. Penata musik: D. Suwarno. Penata Tari: Tri Ida. Baca lebih lanjut

Pendukung Acara “Beksan Kasepuhan”

  1. Anggono Suka (86 tahun), kakek 27 cucu, Gathutkaca, Kab. Blitar.

  2. Ny. Supeno (71 tahun), Pergiwo, Kab. Probolinggo

  3. Supoyo (67 tahun), penari topeng Gunungsari, Tengger, Kab. Probolinggo

  4. Ny. Usodo (60 tahun), Bedoyo, Kab. Madiun Baca lebih lanjut

Daftar Peserta Festival Karya Tari

  1. Kab. Mojokerto. “Dharma”. Kekecewaan Karna, yang lahir tanpa kasih sayang ayah. Dimana aku berpijak, disitulah aku berdharma. Penata Tari: Suliyat, SPd. Penata Iringan: Sumarji, S.Pd. Penata Rias/Busana: Anita.

  2. Kab. Madiun. “Mbereg”. Artinya: Angon atau menggembala. Penata Tari: Surati, SPd, Penata Musik: Okta RW, Penata Rias/Busana: Dra. Titik Sugiarti.

    Baca lebih lanjut

Benny Panjaitan dan Rahayu Supanggah Jadi Juri

Benny Panjaitan, musisi senior yang terkenal tahun 70-an dengan bendera Panjaitan Bersaudara (Panbers), hari ini (Selasa, 20/5) hadir di Malang dalam rangka Budaya Adikara II. Benny didaulat menjadi salah satu juri Festival Pop Singer Remaja (Selasa siang) dan Festival Lagu Pop Daerah (Selasa malam) di Taman Krida Budaya (TKB) Jatim, Jl. Sukarno Hatta, Malang.

Pencipta lagu dan aktivis musik nusantara itu memang menjadi langganan acara yang dihelat oleh Dinas P dan K Jatim tersebut. Selain Benny, yang menjadi juri Festival Pop Singer adalah Dra. Nurhenti Simatupang (dosen Unesa) dan Fritz Bohar Simangunsong (direktur Paduan Suara Trisakti Jakarta).

Sedangkan dalam Fesival Lagu Pop Daerah Jawa Timur, Benny didampingi oleh Prof. Rahayu Supanggah dari ISI Surakarta, serta Sabar S.Sn, dari STKW Surabaya. Rahayu Supanggah, selama ini dikenal sebagai seniman musik yang banyak mengaransemen karya seni pertunjukan kelas dunia. Diantaranya, Ila Galigo, dan sejumlah karya kolaborasi dengan seniman dunia. (*)

Info selengkapnya:

Jumali (0815 5316 5721), Henri Nurcahyo (0812 3100 832), Mamik Suryani (081 5503 8404)

Catatan: Benny dan Rahayu Supanggah bermalam di Hotel Santika, Malang.